CAMPUR SARI

Tantangan Perkembangan Industri Software Indonesia

Industri software Indonesia, jika kita gambarkan dalam bentuk kurva maka kurva yang terbentuk adalah kurva lurus. Meskipun begitu pertumbuhan pelaku industri ini mencapai kisaran 11-12% dibandingkan tahun 2010. Stagnasi tersebut tidak terlepas dari beberapa factor yang mempengaruhi, berikut ini beberapa faktor yang dihimpun dari berbagai sumber yaitu :

1. Pembajakan Berdasarkan Direktur Pemasaran BSA ( Bussines Software Alliance ) mengatakan sebanyak 84 dari 100 komputer diperkirakan software bajakan. Hal ini tidak terlepas dari rendahnya kesadaran masyarakat menggunakan software asli dan kian canggihnya teknologi informasi. Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam urutan ke 12 dari 20 negara dengan pembajakan software tertinggi di dunia. Perwakilan BSA Indonesia Donny A. Sheyoputra mengatakan pembajakan telah mengakibatkan banyak kerugian negara, terutama dari sektor penerimaan pajak dan penyerapan tenaga kerja. Jika dalam 4 tahun mendatang Indonesia bisa menurunkan tingkat pembajakan hingga 10 persen, maka diperkirakan akan mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.200 orang dengan keahlian tinggi. Namun demikian, kata dia, trend pembajakan di Indonesia mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2003 sebesar 88 persen menjadi 87 persen pada 2004. Berlanjut sebesar 87 persen pada 2005, 85 persen pada 2006, dan turun menjadi 84 pada 2007. Meski telah turun menjadi 87 persen pada tahun 2007, namun kerugian yang dialami masih tinggi, yakni sebesar 411 US Dolar atau sekitar Rp 3,8 trilliun. Melihat data-data diatas tentu akan membuat para developer lokal akan berpikir berulang-ulang ketika membuat sebuah aplikasi. Berdasarkan pengakuan dari Direktur Bamboomedia-Industri Software yang berbasis di Bali- Putu Sudiarta mengatakan bahwa sepertiga dari 150 produk aplikasi Bamboomedia telah mengalamai pembajakan. Tentu saja jika hal ini terus menerus terjadi dan tidak ada sinergi dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan maka dapat mematikan industri software local.

2. Keterbatasan pengetahuan dalam software development. Kurang pengetahuan tentang standard methodology sehingga begitu software diukur dari seluruh proses Software Development Life Cycle (SDLC)nya, kalah bersaing. Padahal pengetahuan ini sangat berguna agar produk aplikasi yang dibuat dapat dikembangkan lebih lanjut.

3. Kurangnya ide dalam produk dan inovasi. Ini berhubungan juga dengan kurangnya sarana (pipa) penghubung dengan pihak yang membutuhkan software. Kebutuhan mungkin ada, tapi antara yang membutuhkan dan mengembangkan tidak bertemu. Perusahaan asing kebanyakan memiliki expert khusus untuk membaca kebutuhan pasar dan bergerak mencari pasar, serta membuat pipa koneksi bagi pihak yang membutuhkan dan pihak yang mengembangkan.

4. Kurangnya keterlibatan pemerintah untuk melindungi pengembang software lokal. Diperlukan proteksi yang “cantik” dan tidak vulgar terhadap industri software lokal. Kita mungkin perlu mencontoh Jepang, bagaimana kemampuan mereka mendukung software lokal office (Ichitaro) sehingga secara defacto menguasai pasar aplikasi office di sana, juga sistem operasi (OS) lokal bernama TRON yang kemudian banyak digunakan untuk peralatan gadget (HP, PDA) produksi Jepang.

5. Keterbatasan modal usaha. Ini berhubungan dengan perusahaan software rata-rata tidak bankable, banyak yang berumur muda, tidak memiliki aset nyata yang bisa digunakan sebagai agunan pinjaman ke bank. Akhirnya dalam project-project besar, software house kita banyak bertumbangan karena banyak project yang berbasis ke kualifikasi perusahaan.

Sumber :

http://apoenkreseach.wordpress.com/2010/08/14/kenapa-industri-software-indonesia-sulit-berkembang/

http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2008/11/27/brk,20081127-148399,id.html http://radhika.blogdetik.com/2010/09/30/perkembangan-software-house-indonesia/ http://romisatriawahono.net/2006/11/05/industri-software-lokal-catatan-diskusi-metro-tv/

http://netsains.com/2010/09/peranan-media-dalam-menggairahkan-industri-software/ http://www.detikinet.com/read/2006/12/05/151128/716424/319/industri-software-indonesia-tumbuh-12-persen

Standar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s