CAMPUR SARI

Sebuah Analogi Kesabaran

Tulisan ini terinspirasi ketika saya sedang mengikuti kajian mentoring. Sang murrobi memberikan sebuah analog tentang kesabaran. Alkisah disuatu negeri antahberantah ada museum yang seluruh isinya terbuat dari marmer. Patung,keramik,langit dan lain-lain nya semuanya dari marmer. Setiap orang bebas melakukan apapun berjalan kesana kemari melihat patung,meludah dan kegiatan lainnya. Suatu malam, muncullah perbincangan antara lantai dengan patung.”Hay patung enak sekali menjadi kamu,setiap orang ingin memegang mu,tapi lihat aku,aku selalu diinjak diludahi bahkan anak kecil pun bisa buang air kecil diatas ku” keluh dari lantai. Lalu sang patung menjawab,”Hmmmm…tunggu dulu…bukan kah dulu kita berasal dari tempat yang sama,,kamu diambil oleh pengrajin lantai dan saya oleh pengrajin patung”.Kemudian sang patung meneruskan perkataanya,”Tapi lihat lah kebelakang apa yang terjadi antara saya dengan mu,wahai lantai,kamu dulu hanya dibentuk menjadi persegi dengan sekali cetak.tapi saya.dipahat,digosok.dipanaskan dan terus seperti itu sampai saya menjadi seperti ini..Jadi wajar bila saya menikmati hasilnya sekarang!”.

Demikiran sebuah analogi kesabaran itu..semoga kita bersama bisa mengambil hikmahnya.

Standar

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s